Berapa Lama Kamu Boleh Break After Resign?

  • 20 Juli 2026

Berapa Lama Waktu Ideal untuk Break Setelah Resign? Ini yang Perlu Kamu Pertimbangkan

Setelah resign, banyak orang ingin mengambil waktu untuk beristirahat sebelum kembali bekerja. Hal tersebut sepenuhnya wajar, terutama jika pekerjaan sebelumnya menguras energi secara fisik maupun mental.

Namun, sebelum memutuskan untuk mengambil jeda, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan agar masa istirahat tidak berubah menjadi periode menganggur yang lebih lama dari yang direncanakan.


1. Pastikan Tabungan Mampu Menutupi Seluruh Masa Transisi

Banyak orang hanya menghitung berapa lama mereka ingin beristirahat, tetapi lupa memperhitungkan waktu yang dibutuhkan hingga kembali menerima gaji.

Perlu diingat bahwa setelah mulai melamar pekerjaan, proses rekrutmen biasanya masih memerlukan waktu.

Yang perlu diperhitungkan:

  • Durasi waktu istirahat yang ingin kamu ambil.

  • Waktu proses rekrutmen, mulai dari mengirim lamaran hingga menerima offering letter, yang umumnya memakan waktu sekitar 1–2 bulan.

  • Waktu menunggu gaji pertama setelah mulai bekerja.

Rumus sederhananya adalah:

Durasi Break + Durasi Rekrutmen + Waktu Menuju Gaji Pertama

Sebagai contoh, jika ingin mengambil jeda selama dua bulan, idealnya kamu memiliki dana yang cukup untuk menopang kebutuhan hidup selama sekitar lima hingga enam bulan.


2. Siapkan Alasan yang Profesional Saat Ditanya Recruiter

Mengambil jeda setelah resign bukanlah hal yang salah. Namun, recruiter biasanya akan menanyakan alasan di balik keputusan tersebut.

Break selama 1–2 bulan

Umumnya masih dianggap wajar, terutama jika digunakan untuk beristirahat, memulihkan energi, atau mempersiapkan langkah karier berikutnya.

Break lebih dari 3 bulan

Semakin panjang jeda karier, semakin penting bagi kamu untuk dapat menjelaskan alasan tersebut dengan baik. Pastikan waktu tersebut dimanfaatkan untuk aktivitas yang memberikan nilai tambah.

Misalnya dengan:

  • Mengikuti pelatihan atau upskilling.

  • Mengambil sertifikasi profesional.

  • Mengerjakan proyek freelance.

  • Membangun portofolio.

  • Mengembangkan keterampilan baru yang relevan dengan karier.

Dengan begitu, recruiter akan melihat bahwa masa jeda tersebut tetap produktif dan memiliki tujuan yang jelas.


3. Tetap Jaga Ritme dan Kebiasaan Kerja

Terlalu lama berhenti dari rutinitas kerja dapat membuat proses adaptasi menjadi lebih sulit ketika kembali bekerja.

Agar tetap siap memasuki dunia kerja, cobalah untuk menjaga ritme selama masa break.

Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:

  • Tetap mengirim lamaran pekerjaan secara berkala.

  • Aktif membangun jaringan profesional melalui LinkedIn.

  • Mengikuti perkembangan industri yang kamu minati.

  • Menjaga pola hidup dan rutinitas harian agar tetap produktif.

Dengan cara tersebut, kamu akan lebih siap ketika kesempatan kerja yang tepat datang.


Penutup

Mengambil jeda setelah resign bukan berarti kariermu berhenti. Justru, jika direncanakan dengan baik, masa tersebut dapat menjadi kesempatan untuk memulihkan energi, meningkatkan kompetensi, dan mempersiapkan langkah karier berikutnya.

Yang terpenting, pastikan keputusan untuk break didukung oleh perencanaan finansial yang matang, aktivitas yang tetap produktif, serta kesiapan untuk kembali ke dunia kerja kapan pun peluang yang tepat datang.

  • Penulis : CDC USAKTI
Chat via Whatsapp