5 tips penting biar CV kamu gak di-skip pas screening HR!
29 Agustus 2025
Tips Bikin CV Kamu Gak di-Skip Saat Screening HR
Memiliki CV yang menarik dan profesional menjadi salah satu kunci penting agar lamaran kerja tidak langsung di-skip oleh HR. Banyak pelamar yang gagal lolos tahap awal hanya karena CV mereka kurang terstruktur atau tidak menonjolkan poin penting yang relevan. Berikut beberapa tips yang bisa kamu terapkan agar CV kamu lebih dilirik oleh recruiter:
1. Gunakan Layout yang Rapi dan Mudah Dibaca
HR biasanya hanya memiliki waktu singkat untuk membaca CV. Oleh karena itu, pastikan layout CV kamu tertata dengan baik dan mudah dipahami.
Beberapa hal yang bisa kamu lakukan:
Gunakan font profesional seperti Arial, Calibri, atau Times.
Prioritaskan pengalaman yang relevan dengan posisi yang dilamar.
Tulis dengan bullet points, bukan paragraf panjang.
Susun urutan CV dengan struktur jelas: Ringkasan – Pendidikan – Pengalaman – Skill.
2. Buat Deskripsi Kerjaan yang Terukur
Daripada sekadar menuliskan daftar tugas, coba tunjukkan hasil nyata yang sudah kamu capai. Gunakan angka atau data agar recruiter bisa menilai dampak dari pekerjaanmu.
Format yang bisa dipakai: hasil + angka + dampak.
Contoh:
Content Creator – Membuat konten video edukatif TikTok yang meraih 800K views dan mendatangkan 5.000 followers baru dalam 2 minggu.
3. Fokus pada Skill & Pengalaman yang Relevan
Tidak perlu memasukkan semua pengalaman. Pilihlah yang relevan dengan posisi yang kamu lamar. Jika belum punya pengalaman kerja yang sesuai, tonjolkan skill utama yang bisa mendukung posisi tersebut.
Contoh (Skill: Graphic Design):
Mendesain 50+ aset digital untuk acara kampus/bootcamp.
Berpengalaman menggunakan Figma, Canva, dan Adobe Illustrator.
Berkolaborasi dengan tim UI/UX untuk proyek redesign mobile app.
4. Punya Unique Selling Point (USP)
HR biasanya hanya meluangkan waktu sekitar 5–10 detik saat screening CV di awal. Supaya tidak langsung terlewat, kamu harus menonjolkan keunikan dirimu. Buat ringkasan diri (summary) yang jelas, spesifik, dan mencerminkan kekuatan utama yang membedakanmu dari kandidat lain.
Contoh:
? Umum: “Saya adalah lulusan jurusan Ilmu Komunikasi yang rajin dan suka belajar.”
? Dengan USP: “Lulusan Ilmu Komunikasi dengan pengalaman magang sebagai Social Media Strategist, pernah meningkatkan reach IG brand lokal hingga 3x lipat dalam 1 bulan.”
Dengan menerapkan tips di atas, CV kamu akan lebih rapi, terstruktur, dan mampu menunjukkan nilai tambah yang dimiliki. Ingat, CV adalah kesan pertama yang kamu berikan kepada HR, jadi pastikan isinya kuat dan tidak mudah di-skip.